Wednesday, April 7, 2021

Bagaimana kabar Seroja??

 Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 4 April 2021, telah terjadi siklon tropis Seroja di wilayah NTT sehingga menewaskan ratusan orang penduduk Flores Timur dan puluhan lainnya masih hilang, belum diketemukan. Siklon tropis yang terbentuk di wilayah samudra Hindia ini memang tidak diduga sebelumnya oleh banyak pihak mengingat perhatian lebih ditujukan ke sebelah barat daya Sumatera - Jawa karena selama beberapa waktu telah terjadi pusat tekanan rendah di wilayah tersebut. Meskipun demikian, Australia pun juga tidak begitu menduga barangkali bahwa siklon yang terbentuk tersebut lebih mendekati wilayah Indonesia mengingat biasanya berada di perairan lebih dekat ke Australia dibanding ke Indonesia. Siklon Seroja ini terbentuk di lintang 10o S, peristiwa yang jarang terjadi. Biasanya kita hanya mendapatkan imbas dari kejadian siklon tropis di perairan Samudra Hindia. Namun beruntunglah, meskipun diprediksikan hari ini menguat namun penguatan tersebut jauh letaknya di sebelah barat laut Australia atau menuju ke barat daya dari lokasi semula. Ini sesuai dengan klimatologisnya bahwa siklon tropis yang terbentuk di belahan bumi selatan akan bergerak menuju ke barat atau barat daya. 

Siklon terbentuk jika syarat Palmer terpenuhi yakni suhu permukaan lautnya mencapai lebih dari 27oC sehingga memungkinkan peningkatan kelembapan udara akibat penguapan. Uap air tersebut merupakan mesin penggerak terbentuknya siklon tropis. Oleh karena itu jika siklon tersebut bergerak menuju daratan atau perairan yang lebih dingin dia akan segera mati.

Beberapa tahun yang lalu terjadi badai tropis Cempaka dan Dahlia yang menghantam sisi selatan pulau Jawa. Pantai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Pacitan Jawa Timur terhantam oleh badai tropis ini sehingga banjir besar terjadi dan banyak infrastruktur yang rusak. Jamak terjadi bila terjadi badai tropis atau siklon tropis maka kecepatan angin dan curah hujan yang tinggi terbentuk di dinding matanya. Di tengah siklon tropis cuacanya cerah, sedikit awan dan anginnya kecil sedangkan makin menjauh dari dinding mata siklon, kecepatan anginnya makin berkurang demikian juga dengan curah hujannya.

Interaksi laut dan atmosfer terkait pembentukan siklon tropis ini penting untuk diteliti lebih jauh karena dampak siklon yang demikian dahsyat. Sebelum tsunami Aceh yang menggemparkan dunia, siklon tropis merupakan fenomena alam yang faktanya paling merusak dan menimbulkan kerugian jiwa dan harta yang paling besar diantara fenomena lainnya. Oleh karena itu maka peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan jejaring observasi nasional harus makin mendapatkan perhatian yang serius. Sudah saatnya untuk meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan lembaga menjadi jauh lebih profesional.

No comments:

Post a Comment